Home » Posts tagged "bapenda" (Page 2)

Peresmian Samsat Corner Ciputra World Mall

IMG_0601

IMG_0518

Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Jawa Timur (Bapenda Jatim) Ir. Mohammad Yasin, M.Si bersama Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman, Kepala Cabang Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Timur Suhadi serta Fransiska Lingga General Manager Ciputra World Surabaya meresmikan Samsat Corner yang berlokasi di Ciputra World Jl. Mayjend Sungkono Surabaya,  Kamis, (10/12/2020).

Ir. Mohammad Yasin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih secara khusus kepada kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Surabaya Selatan dan jajarannya, karena ini adalah bagian dari pengembangan dan inovasi Sambel Bajak (Sambil Belanja Bayar Pajak). “Pengembangan Samsat Corner Ini semaksimal mungkin bisa mengurangi kerumunan. Sehingga samsat corner ini bisa mengurangi kepadatan di Samsat Induk”, papar M.Yasin.

IMG_0415 IMG_0440 IMG_0387

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman menyambut baik keberadaan samsat corner yang ada di Ciputra World Ini, karena dengan adanya Samsat Corne ini diharapkan masyarakat peduli. “Membayar pajak memang merupakan kewajiban masyarakat, namun kita sebagai pelayan public, sebagai aparatur negara melakukan upaya-upaya untuk melayani masyarakat”, tegas Latif Usman.

Fransiska Lingga General Manager Ciputra World Surabaya menyampiakan terima kasihnya pada jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan untuk membuka layanan samsat corner di Ciputra Wolrd Surabaya ini karena kini mall tidak lagi identic dengan orang berbelanja, namun juga berbagai kepentingan bisnis maupun pelayanan publik telah hadir di mall, khususnya Ciputra World Surabaya ini.

Peresmian layanan Samsat Corner Ciputra World Surabaya ini ditandai dengan pemotongan untaian bunga melati di pintu masuk, serta pemotongan tumpeng yang diserahkan oleh Dirlantas Polda Jatim kepada General Manager Ciputra World Surabaya. (*)

IMG_0473

IMG_0601

BAPENDA JATIM RAIH 2 PENGHARGAAN KOVABLIK DAN KBK

IMG_8135

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur (Bapenda Jatim) meraih dua penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2020 serta satu penghargaan untuk Kelompok Budaya Kerja.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur dan Kelompok Budaya Kerja serta apresiasi penilaian Evaluasi SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) kepada Plt. Kepala Bapenda Jatim Ir. Mohammad Yasin,M.Si. di The Singhasari Resort, Kota Batu, Jumat (13/11/2020).IMG_8135

IMG_7943

IMG_7945

IMG_8021

IMG_8024

IMG_8209

PENGUNDIAN HADIAH TABUNGAN UMROH TAHAP II DI MASJID AL AKBAR SURABAYA

121006349_654489641937463_5857881007742933513_n

Pengundian hadiah tabungan / tabungan umroh bagi wajib pajak patuh tahap kedua tahun 2020 dilaksanakan secara khusus dalam acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2020 di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (8/10/2020).

Pengundian hadiah dilaksanakan secara transparan disiarkan secara virtual di media sosial. Dengan disaksikan oleh Notaris dan saksi dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, sepuluh hadiah bagi wajib pajak patuh itu diundi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Diffi Ahmad Johansyah, Asisten Administrasi Umum Setda Prov. Jatim Abimanyu Poncoatmojo, Plt. Kepala Bapenda Jatim Ir. Mohammad Yasin, M.Si., Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, Kepala Jasa Raharja Jawa Timur Suhadi dan Kasubditminregident Ditlantas Polda Jatim AKBP Aditya Panji.

Dari pengundian tersebut, terpilih sepuluh wajib pajak patuh yang beruntung, yaitu Hariyono dari Banyuwangi (P3866RY), Jumadi dari Nganjuk (AG4084XA), Muhammad Munir dari Jember (P5486KF), Mahmud dari Jombang (S4551OAK), Tri Kusrini dari Pamekasan (M4634CA), Santi Mulyati dari Surabaya (L6229KJ), Andri Setiawan dari Malang (N1370DZ), Kudsiyatun Nisak dari Gresik (W2620DI), Suwarno dari Surabaya (L2021HF), Agysta Prima dari Ponorogo (AE6468TB).

121006349_654489641937463_5857881007742933513_n

GUBERNUR : PROSES DIGITALISASI INFORMASI DI BAPENDA HARUS TERUS BERJALAN

IMG_8363

Proses digitalisasi informasi dan penyusunan peta potensial pendapatan harus terus dilakukan oleh Bapenda Jatim. Demikian harapan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutan dalam rangka peringatan HUT ke-58 Bapenda Jatim di UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah di Kediri, Sabtu (3/10/2020).

IMG_8363

Gubernur Jatim berharap apa yang telah ada dan memberikan nilai tambah tetap diteruskan. “Adaptasi-adaptasi baru tolong diselaraskan,” pintanya. Program  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) saat ini  menyiapkan big data yang saya menyebutnya

“Jatim Connect” untuk mengatasi permasalahan data yang hingga kini jadi sumber permasalahan yang ada dilapangan.

“Saya bermimpi pemprov bisa menyiapkan big data yang saya sebut Jatim Connect. Jadi, koneksitas diantara instansi-instansi vertikal itu bisa nyambung semua,” kata Khofifah Indar Parawansa. Ini hal kecil, namun intensitas yang tinggi akan memberikan dampak yang besar.

Khofifah memberi contoh hari ini, misalnya, barang yang keluar dan masuk dari area-area, misalnya Ngawi dan Tuban, tidak semuanya bisa dihitung dengan presisi yang bagus.

“Karena angkutan-angkutan ini, mungkin tidak semua bisa mencatatkan produk-produk kita yang keluar dan produk-produk luar yang masuk ke Jatim,”  tambahnya.

“Kalau kita melihat sumber PAD Bapenda ini jantungnya pembangunan Jatim bagi pemprov. Oleh karena itu, pihaknya minta tolong sistem yang dibikin ada yang bikin pembangunan yang sehat. Jantungnya harus sehat. Cara memompanya juga harus dipastikan berjalan dengan baik. Kita ingin semuanya ingin berseiring meningkatkan kinerja pemprov Jatim,” tegasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Bapenda Jatim, Ir. Mohammad Yasin,M.Si menyampaikan  HUT ke-58 Bapenda Jatim, sedikit berbeda dengan sebelumnya. “Di era pandemi ini, science of crisis kami menggelar sederhana. Semoga ini tidak mengurangi makna tasyakuran HUT Bapenda Jatim” papar Yasin. Tahun ini, HUT Bapenda Jatim dilaksanakan di UPT Bapenda di Kediri. “Ini satu-satunya UPT yang mengelola kelas kantor Gubernur”, jelas Plt. Kepala Bapenda Jatim.

IMG_8278 IMG_8303

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Bapenda Jatim Secara Virtual

IMG_8063


IMG_8051Di masa pandemi Covid-19 ini, HUT ke-58 Bapenda Jatim diperingati secara virtual (daring) di ruang Loka Artha Praja Kantor Bapenda Jatim Jl. Manyar Kertoarjo 1 Surabaya.

Dengan jumlah tamu undangan sangat terbatas tidak lebih dari 30 orang dalam ruangan, HUT Bapenda Jatim 1 Oktober 2020 dihadiri oleh mantan kepala Bapenda Jatim Dr. Bobby Soemiarsono, Boedi Prijo Soeprajitno, SH.,M.Si, dan Ketua Intan Sejati Riang Sudarmanto. Sedangkan mantan kepala dinas Dr. H. Soekarwo, Drs. Dyatmiko Soemodihardjo, Dr. Akhmad Sukardi, Dr. Suparjono, dan I Made Sutarya SH.,M.Si mengikuti secara daring, demikan  halnya para Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah seluruh Jawa Timur yang turut merayakan di kantor UPT masing-masing.

Plt. Kepala Bapenda Jatim Ir. Mohammad Yasin, M.Si. dalam sambutanyya menyampaikan rasa syukurnya masih bisa merayakan Hari Ulang Tahun ke-58 Badan Penapatan Daerah Jawa Timur ini secara virtual atau daring. Meskipun memperingati secara virtual namun tidak menghilangkan silaturahmi dan kebersamaan seluruh pegawai. Terlebih juga bisa bersilaturahmi dengan para purna tugas yang tergabung dalam Intan Sejati.

IMG_8028

IMG_8063

GUBERNUR JAWA TIMUR BERIKAN PEMBEBASAN BBN DAN SANKSI ADMINISTRASI PAJAK KENDARAAN

IMG_6277 (Medium)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan kebijakan pemutihan terhadap sanksi administratif PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Pemutihan juga berlaku dalam bentuk pembebasan BBNKB kedua dan seterusnya. Kebijakan ini berlaku mulai 1 September hingga 28 November 2020.

“Di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini, pemerintah berharap masyarakat dapat terbantu sebagian bebannya  dengan adanya pemutihan sanksi PKB maupun BBNKB,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8).

Khofifah berharap, masyarakat dapat memanfaatkan stimulus yang telah diberikan untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Mengingat selama pandemi Covid-19, Pemprov Jatim telah mengeluarkan kebijakan pembebasan sanksi administratif PKB dan BBNKB sejak 3 April 2020.

Selanjutnya, mulai 12 Juni hingga 31 Agustus, stimulus pajak kembali dikeluarkan dengan memberikan diskon corona untuk kendaraan roda-2 sebesar 15 persen dan kendaraan roda-4 sebesar 5 persen.

“Wajib pajak adalah pahlawan pembangunan. Maka dalam situasi seperti saat ini, kita berharap stimulus pemutihan mampu menggairahkan kesadaran wajib pajak di Jatim,” tuturnya.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Gubernur Khofifah mengakui antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam menunaikan kewajibannya.

“Kami berterimakasih atas kesadaran wajib pajak di Jatim yang begitu antusias. Termasuk jajaran Samsat yang telah berkordinasi dengan baik bersama Ditlantas Polda Jatim dan Jasaraharja,” ujar Khofifah.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Jatim Boedi Prijo Soeprajitno menambahkan,  selama periode pemberian diskon corona pada 12 Juni sampai 27 Agustus, tercatat sebanyak 3.227.446 wajib pajak telah memanfaatkan kebijakan Gubernur Khofifah. Dari transaksi tersebut, pendapatan yang diterima dari PKB sebesar Rp 1,33 triliun.

IMG_6277 (Medium)“Selama pemberian diskon, Gubernur Khofifah telah menggulirkan diskon pajak sebesar Rp115,7 miliar untuk lebih dari tiga juta wajib pajak di Jatim. Ini terobosan yang pertama kali di Indonesia dan berhasil menarik antusiasme yang tinggi dari masyarakat di Jatim,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah Perpanjang Diskon Pajak Kendaran Bermotor Hingga 31 Agustus

Perpanjangan diskon

Surabaya (30 Juli 2020) – Kabar gembira untuk seluruh masyarakat Jawa Timur. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memperpanjang kebijakan pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dari semula ditetapkan berlaku mulai 2 April 2020 sampai dengan 31 Juli 2020, menjadi hingga 31 Agustus 2020. Diskon diberikan kepada pemiliknkendaraan pribadi dan badan usaha.

Tidak hanya itu, Khofifah juga membebaskan sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kebijakan ini diambil guna meringankan beban masyarakat Jatim di tengah situasi pandemi ini. Di sisi lain, stimulus ini juga diharapkan dapat menggairahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

Perpanjangan batas waktu ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188/334/KPTS/013/2020 tentang Pemberian Insentif Pajak Daerah Bagi Masyarakat Jatim. Keputusan tersebut juga didukung refrensi dari pemerintah pusat yang juga memberikan perpanjangan pemberian insentif pajak sampai Desember 2020 yang tertuang dalam Permen Keuangan Nomor 86 tahun 2020 tentang Insentif Pajak bagi Wajib Pajak terdampak Pandemi Covid-19.

“Semoga kebijakan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan membawa banyak manfaat bagi masyarakat,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (30/7).Perpanjangan diskon

Khofifah menerangkan, besaran diskon yang diberikan masih sama yaitu sebesar 15 persen dari biaya pokok pajak untuk kendaraan bermotor roda dua dan tiga. Sedangkan, untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih mendapat diskon sebesar lima persen dari biaya pokok pajak.

Kebijakan diskon pajak tersebut berlaku untuk kendaraan bermotor pelat dasar hitam yang dimiliki perorangan atau badan, serta kendaraan bermotor pelat kuning yang dimiliki perorangan atau badan. Kebijakan ini tidak berlaku untuk kendaraan pelat merah.

Khofifah menyebut antusiasme masyarakat selama kebijakan ini bergulir cukup tinggi. Berdasarkan evaluasi selama tiga bulan terakhir jumlah wajib pajak yang memanfaatkannya mencapai 1.956.254 obyek pajak. Dari transaksi itu, penerimaan yang berhasil diraup Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim mencapai Rp 814 miliar dengan potensi diskon yang telah diberikan sebesar Rp 70,4 miliar.

Secara rinci, pemberian diskon 15 persen untuk roda 2 dan 3 dimanfaatkan oleh 1.673.670 wajib pajak. Sementara untuk diskon roda 4 atau lebih dan alat berat, dimanfaatkan oleh 282.584 wajib pajak.

Khofifah mengatakan, dengan diperpanjangnya kebijakan ini maka besaran diskon yang diberikan mencapai Rp110,8 miliar dengan target penerimaan PKB sebesar Rp 1,26 triliun.

“Kita berharap dengan pemberian insentif ini pemulihan ekonomi di Jatim dapat dilakukan percepatan. Di samping prioritas kita dalam menangani kesehatan menghadapi Covid-19 tetap diutamakan,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah juga mengapresiasi kinerja Bapenda Jatim dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada semester pertama tahun 2020 ini. Sebab, capaian PAD Jatim per 27 Juli telah terealisasi 72,26 persen dari target 10,3 triliun.

“Bapenda sudah bekerja keras hingga mampu merealisasikan PAD sebesar Rp 7,44 triliun dari delapan sektor pajak yang dikelola Pemprov Jatim. Ini energi yang luar biasa bagi keberlanjutan pembangunan di Jatim,” pungkasnya. (*)

GUBERNUR JAWA TIMUR BERIKAN DISKON PAJAK KENDARAAN

DISKON PAJAK

          DISKON PAJAK

            Gubernur Jawa Timur Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi , Surabaya, (Kamis,11/06/2020) mengeluarkan Kebijakan Insentif Pajak berupa pengurangan pokok Pajak Kendaraan Bermotor sebagai salah satu upaya menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Kebijakan ini merupakan ikhtiar Gubernur Jawa Timur dalam mewujudkan Nawa Bhakti Satya (Jatim Sejahtera dan Jatim Berdaya) yang pro rakyat secara berkelanjutan.

            Gubernur merasakan pandemi ini berdampak buruk terhadap berbagai sektor kehidupan, baik sektor swasta dan pemerintahan. Maka untuk itu perlu langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi provinsi Jawa Timur dengan percepatan penerimaan Kas Daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) selain itu juga memberikan stimulus fiskal untuk meringankan beban masyarakat Jawa Timur yang terdampak Covid-19 dalam memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Selain kebijakan membebaskan denda pajak dan denda BBN bagi semua kendaraan bermotor, Gubernur juga memberikan pengurangan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor untuk Roda Dua dan Tiga sebesar 15% (lima belas persen) dan pengurangan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor Roda Empat atau lebih dan Alat Berat sebesar 5% (lima persen). Kebijakan ini ditujukan untuk Kendaraan Bermotor dengan Plat Dasar Hitam atau Plat Dasar Kuning yang dimiliki perorangan atau badan dengan ketentuan setiap kendaraan bermotor hanya berhak mendapat satu kali pengurangan pokok PKB untuk jenis pembayaran PKB tahunan, STNK 5 Tahun, Peralihan Hak, Mutasi dan Kendaraan Baru, bila wajib pajak belum membayar PKB beberapa tahun maka Pengurangan Pokok Pajak hanya berlaku untuk pembayaran PKB tahun terakhir saja.  Pelaksanaan kebijakan ini dasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah, Pasal 2 yang menyebutkan bahwa jenis-jenis pajak yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi adalah : (a). Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), (b). Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), (c). Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), (d). Pajak Air Permukaan (PAP) dan (e). Pajak Rokok; dan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah, Pasal 66 ayat (1) “Gubernur dapat memberikan keringanan, pembebasan dan insentif Pajak”. Kebijakan berlaku efektif mulai tanggal 10 Juni sampai dengan 31 Juli 2020.

Pengurangan pokok pajak kendaraan bermotor ini diharapkan mendorong wajib pajak semakin bergairah membayar Pajak Kendaraan Bermotor karena berdasarkan data bulan Januari s/d Mei 2020 masyarakat cenderung menunda pembayaran pajak. Sampai dengan 31 Mei 2020, terdapat 1.315.009 obyek dengan potensi Rp 559.363.782.600,00 dengan perincian Roda Dua sebanyak 1.142.092 obyek dengan potensi Rp. 215.494.808.000 sedangkan Roda Empat sebanyak 173.007 obyek dengan potensi sebesar Rp 343.868.974.600;

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur Boedi Prijo Soeprajitno,SH.,M.Si  memprediksi jumlah insentif pajak yang akan diberikan selama 2 bulan pelaksanaan kebijakan ini (Juni dan Juli 2020) sebesar Rp 72.549.473.100,00, dengan perincian untuk Kendaraan R2 sebesar Rp 45.073.496.400,00 dan untuk Kendaraan R4 sebesar Rp 27.475.976.700,00.

Bagi Bapenda Jatim, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya kebijakan Gubernur ini antara lain mewujudkan tertib administrasi pemungutan pajak daerah , meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengoptimalisasikan semua jenis layanan unggulan Samsat serta meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Bapenda Jatim sebagai salah satu stakeholder Samsat Jatim telah mengantisipasi lonjakan jumlah wajib pajak yang akan memanfaatkan kebijakan pemotongan pokok pajak kendaraan bermotor ini dengan mendorong pembayaran melalui Payment Point Online Bank (PPOB) dan marketplace serta membuka kembali seluruh layanan unggulan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

 

Progres Kebijakan Penghapusan Denda Pembayaran PKB dan BBNKB

Kebijakan yang berlaku sejak 3 April hingga 31 Juli 2020 tersebut, data sementara tanggal  6 Juni 2020 sudah dimanfaatkan oleh Wajib Pajak sebanyak 117.444 Obyek, denda yang dibebaskan (loss) sebesar Rp 379.003.400,00, sedangkan  Pajak Kendaraan Bermotor yang diterima sebesar Rp 80.864.878.100,00.

 

Pembayaran Pajak Kendaraan melalui PPOB dan Marketplace meningkat

Selama pandemi Covid-19, terjadi peningkatan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui  Payment Point Online Bank (PPOB) dan Marketplace. Pada Maret-April 2020 naik 170 % dari Maret  21.963 obyek , dan April naik menjadi 59.442 obyek. Sedangkan pada Mei  naik 41 %, menjadi 84.345 obyek.

Dari sisi potensi, wajib pajak  melalui  Payment Point Online Bank (PPOB) dan Marketplace sejak dilakukannya penutupan layanan unggulan dan penerapan cegah Covid 19 di layanan pada  Maret – April naik 187 % (dari Rp. 12.219.821.350,00 pada Maret menjadi Rp. 35.150.852.350,00 pada April 2020),  dan Mei naik 36 % menjadi Rp. 48.013.613.800,00. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai meminati pembayaran pajak kendaraan bermotor di melalui marketplace dan PPOB karena cepat, mudah dan aman.

 

Pelayanan di Samsat dan Layanan Unggulan di era New Normal

Layanan untuk membayar pajak secara tunai akan segera diaktifkan kembali. Mulai dari Samsat induk, Samsat Drive Thru, dan Samsat Corner. Untuk tetap mencegah penyebaran Covid 19,  Samsat Jatim menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, antara lain :

  1. Petugas dan Wajib Pajak HARUS menggunakan masker;
  2. Petugas WAJIB menggunakan sarung tangan dan pelindung wajah (Face Shield);
  3. Melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area layanan;
  4. Menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk dan Hand Sanitizer disetiap meja layanan;
  5. Menjaga jarak (Phsyical Distancing ) di area layanan;
  6. Sterilisasi ruang layanan dengan desinfektan;
  7. Optimalisasi sirkulasi ruang layanan dan mengatur antrian;

BAPENDA JATIM TERAPKAN STANDAR OPERASIONAL KETAT CEGAH PENYEBARAN CORONA

IMG_9795160320 (Medium)

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur (Bapenda Jatim) sebagaimana arahan ibu Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa meningkatkan standar kebersihan, baik kebersihan petugas maupun wajib pajak di seluruh Kantor Bersama Samsat dan layanan unggulannya.

Continue reading “BAPENDA JATIM TERAPKAN STANDAR OPERASIONAL KETAT CEGAH PENYEBARAN CORONA”