Home » Berita » ABIMANYU PIMPIN BAPENDA JATIM

ABIMANYU PIMPIN BAPENDA JATIM

WhatsApp Image 2021-07-28 at 12.15.33

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan Amanah kepada  Drs. Abimanyu Poncoatmodjo Iswinarno, MM. sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur dalam Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (28/07/2021) di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

WhatsApp Image 2021-07-28 at 12.15.34

WhatsApp Image 2021-07-28 at 12.15.32

Prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan bagi 16 Kepala Organisasi Perangkat Organisasi (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 821.2/3583/204/2021 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan yang ditandatangani oleh Khofifah Indar Parawansa pada tanggal 26 Juli 2021.

Gubernur Khofifah dalam amanatnya menyampaikan rotasi dan mutasi merupakan sebuah keniscayaan dari proses berorganisasi dalam sebuah tatanan birokrasi disemua level. Beberapa pos jabatan membutuhkan peran untuk membantu dan memaksimalkan pelaksanaan program dengan berbagai capaian indeks kinerja utama seperti yang sudah diputuskan bersama DPRD Provinsi Jawa Timur melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ada tugas yang harus dikerjakan yaitu revisi RPJMD bersama DPRD.

“Proses regulasi seperti ini adalah keniscayaan dari proses berorganisasi kita dalam sebuah tatanan birokrasi disemua level, hari ini kita melakukannya di beberapa titik yang membutuhkan peran bapak ibu sekalian untuk bisa membantu maksimalisasi pelaksanaan perjalanan program dengan capaian indeks  kinerja utama dalam RPJMD,” kata Gubernur.

Karena masih dalam situasi Pandemi Covid 19 dengan status daerah PPKM level 4, maka pelantikan ini dilaksanakan  virtual sekaligus offline (hybrid) terbatas. Yang hadir  di Grahadi hanya tiga orang untuk melaksanakan pelantikan dan sertijab secara langsung dan juga melaksanakan penandatanganan pakta integritas.

Menurut Khofifah, pelantikan tersebut sempat menemui banyak kegagalan. Sebab, banyaknya pejabat eselon II yang positif Covid-19. Pelantikan itu dilakukan pasca kekosongan jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang cukup lama, sehingga digantikan pelaksana tugas (Plt). (*)

WhatsApp Image 2021-07-28 at 12.15.31

WhatsApp Image 2021-07-28 at 12.15.29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *